Efektifitas larutan cuci hidung air laut steril pada penderita Rinosinusitis Kronis berdasarkan patensi hidung dan kualitas hidup

Abdul Qadar Punagi, Ade Rahmy Sujuthi

Abstract


Penatalaksanaan standar rinosinutis kronis pada orang dewasa saat ini yang direkomendasikan oleh kelompok Studi Rinologi PERHATI-KL meliputipemberian antibiotika, dekongestan oral, kortikosteroid dan mukolitik disertaiterapi tambahan  irigasi hidung. Penilaian patensi hidung dan kualitas hiduppenderita dapat dijadikan acuan penilaian efektifitas terapi rinosinusitis.Sampai saat ini belum ada laporan hasil penelitian yang konsisten tentangprioritas pilihan cairan cuci hidung yang digunakan. Penelitian yangberkaitan dengan efektifitas hasil terapi cuci hidung larutan air laut sterilsebagai terapi tambahan pada terapi standar rinusinusitis kronis perludilakukan. Telah dilakukan penelitian uji klinis terbuka (open trial) menggunakanterapi standard atau terapi standard disertai larutan cuci hidung air lautsteril pada penderita rinosinusitis kronis yang berobat di poliklinik THT RSWahidin Sudirohusodo Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat perbedaan bermakna nilai NIPF sebelum dan setelah intervensiantara kelompok air laut steril (P<0,05) dengan kelompok terapi standar(P>0,05) juga terdapat perbaikan nilai SNOT-20 secara bermakna (P<0,05)pada kelompok air laut steril setelah intervensi. Kemaknaan klinik padapenelitian ini adalah pemberian larutan cuci hidung air laut steril sebagaiterapi tambahan akan memperbaiki patensi hidung dan kualitas hiduppenderita rinitis kronis dibandingkan dengan hanya terapi standar saja.

Keywords


larutan cuci hidung; rinosinusitis kronis; patensi hidung; NIPF; SNOT-20

Full Text:

PDF

References


Adam P, Stiffman M, and Blake R 1998. A clinical trial of hypertonic saline nasal spray in subject with common cold rhinosinusitis. Arch Fam Med 7:39-43

Anggraeni D 2008. Prevalensi Rinitis Akibat Kerja Dan Faktor Risiko Yang Berhubungan. Studi Pada Pekerja Yang Terpajan Bahan Kimia Surfaktan Di Pt X. FKUI. Jakarta.

Anthoni JF 2006. The chemical composition of seawater available at.

www.seafriends.org.nz/oceano/seawater.htm

Arfandy RB 2003. Patogenesis dan etiologi Rhinosinusitis. Dalam: Kursus Diseksi dan demo Bedah Sinus Endoskopik Fungsional II. Makassar.

Baumann I 2008. Development of a grading scale for the Sino-Nasal Outcome Test-20 German Adapted Version (SNOT-20 GAV). Augst.

Clement Clark International 2007. Introduction to InCheck Nasal. (cited 2007 November 15). Available from URL http://www.clementclarke.com/product/peak_flow/index.html

Enhage A 2008. Nasal Bronchial Testing as well as Treatment of patients with airway hiperresponsiveness and Inflamation focusing on the United airway Concept. Dept. Clinical Science, Intervention and Technology. Div. of Otorhynolaryngology. Karolinka Institute. Sweden.

Stockholm.

Fokkens W, Lund V, and Mullol J 2007. European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polyps 2007. Rhinology; suppl 20:5-111

Jay F, and Piccirillo MD 1996. Sino Nasal Outcome Test 20 (SNOT-20). Washington University School of Medicine, St. Louis, Missouri.

Mangunkusumo E, dan Soetjipto D 2007. Sinusitis. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, dkk. Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT-KL. Edisi ke 6. Jakarta. Balai Penerbit FKUI; 150-54.

Ottaviano GK, Scadding S, and Coles VJ 2006. Peak Nasal Inspiratory Flow, Normal Range in Adult Population. Vol.44. Number 1. March. Available at : http://www.emedicine.com

Pidwirny M 2006. "Physical and Chemical Characteristics of Seawater". Fundamentals of Physical Geography, 2nd Edition, available at. http://www.physicalgeography.net/fundamentals/8p.html

Punagi Q 2008. Pola Penyakit Sub Bagian Rinologi di RS Pendidikan Makassar periode 2003-2007. Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL. FK UNHAS.

Soetjipto D 2000. Penatalaksanaan Baku Sinusitis. Dalam: Kumpulan Naskah Lengkap Kursus Pelatihan dan demo BSEF. Makassar.

Soetjipto D, dan Wardhani RS 2007. Penatalaksanaan Sinusitis. Dalam: Guideline Penyakit THT-KL. PERHATI-KL Indonesia.

Taccarielo M dkk 1999. Nasal douching as a valuable adjunct in the management of chronic rhinosinusitis. Rhinology 37(1):29-32

Talbot AR, Herr TM, and Parsons D 1997. Muccociliary clearance and buffered hypertonic saline. Laryngoscope;107:500-3

Walsh WE, and Kern RC 2006. Sinonasal anatomy, function and evaluation. Dalam: bailey BJ, Johnson JT, editors. Head and Neck Surgery-otolaryngology. 4th ed. Philadephia: Lippincott Williams & Wilkins,p.307-18




DOI: https://doi.org/10.33476/jky.v17i3.215

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 YARSI Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of Jurnal Kedokteran YARSI.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.